ETHIS Fintek Indonesia
Indonesia

ID

ETHIS Fintek Indonesia
Jadi Pemodal
Jadi Penerima Modal

Tentang Kami

Profil
Karir
Cara Kerja
Akad-Akad & Biaya-Biaya

Informasi

Blog
Agenda
FAQ
Manajemen Risiko

ETHIS Artikel

Gaya Hidup Minimalis Bikin Hidup Jadi Lebih Hemat?

Gaya Hidup

Diterbitkan pada 13 Sep 2021

Admin Relations

Gaya Hidup Minimalis Bikin Hidup Jadi Lebih Hemat?

Gaya Hidup Minimalis Bikin Hidup Jadi Lebih Hemat?

Gaya hidup minimalis belakangan ini menjadi sebuah trend bagi banyak anak muda masa kini. Konsep gaya hidup minimalis adalah dimana seseorang hidup dengan jumlah barang seminimal mungkin, sesuai dengan manfaat dan kebutuhannya.

Konsep minimalis juga mengusung motto: less is more, yang artinya semakin sedikit barang semakin baik.

Konsep minimalis ini sangat menarik karen setelah diperhatikan, banyak dari kita yang masih menyimpan banyak barang yang sudah tidak dibutuhkan.  Padahal, semakin banyak kita menyimpan barang hanya akan membuat rumah jadi lebih sumpek dengan barang-barang yang sebetulnya tidak berguna.

Salah satu inti dari gaya hidup minimalis adalah dengan meninggalkan sifat boros. Tidak masalah memiliki barang yang sedikit, yang penting manfaatnya maksimal.

Dan ternyata, gaya hidup minimalis ini juga bisa membantu kondisi finansial kita lho! Mari kita bahasa satu persatu beberapa konsep hidup minimalis:

1. Minimalis bukan berarti pelit

Nah ini salah satu konsep dasar dalam hidup minimalis. Hidup minimalis bukan berarti kita berhemat keterlaluan, apalagi sampai bersikap pelit.

Hidup minimalis berarti ia memilih hidup sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Hidup minimalis juga berarti lebih mengutamakan efisiensi, fungsi dan kualitas dibanding kuantitas.

Jika ingin hidup minimalis, kita harus paham betul mana barang-barang yang memang kebutuhan kita dan mana yang bukan.

Sehingga dengan konsep gaya hidup minimalis, kita hanya akan membeli barang-barang sesuai dengan kebutuhan kita dan tidak akan belanja boros lagi.

2. Berbelanja sesuai kebutuhan

Hidup minimalis sangat mengutamakan manfaat dan fungsi suatu barang berdasarkan kebutuhan. Karena sebetulnya, banyak dari kita yang masih suka berbelanja berdasarkan keinginan, dan bukan kebutuhan.

Berbelanja berdasarkan kebutuhan akan sangat menghemat keuangan kita. Karena dengan hidup minimalis, kita hanya akan mengeluarkan kita untuk barang-barang yang memang kita butuhkan dan akan kita gunakan, bukan sebagai koleksi belaka.

Banyak juga dari kita yang berbelanja banyak dengan alasan ‘untuk stok’. Padahal, belum tentu di masa mendatang kita benar-benar membutuhkan barang tersebut. Di tambah lagi ada barang-barang yang memang tidak tahan lama, yang mana ujung-ujungnya malah dibuang juga karena kedaluarsa.

3. Mengutamakan kualitas dibanding kuantitas

Sekali lagi, minimalis sangat menekankan kualitas suatu barang yang dimiliki seseorang. Dari pada kita membeli tiga barang yang cepat rusak, lebih baik membeli satu barang yang awet walaupun sedikit lebih mahal.

Coba bayangkan, jika kita membeli barang yang cepat rusak, maka kita hanya akan menambah jumlah sampah barang-barang rusak, dan itu jelas-jelas tidak baik untuk lingkungan.

Dan dengan membeli barang berkualitas juga akan menekan biaya perawatan, karena barang barang kualitas rendah biasanya memang murah, akan tetapi seringkali mudah rusak dan ujung-ujungnya harus mengeluarkan uang lebih untuk perbaikan dan perawatan.

4. Merawat barang yang sudah dimiliki

Konsep minimalis sangat mengedepankan efektifitas kegunaan suatu barang. Dan supaya suatu barang bisa dimanfaatkan secara efektif, maka barang tersebut harus dirawat dengan baik agar bisa bertahan lebih lama.

Lakukan perawatan barang-barang secara rutin. Gunakan setiap barang dengan semestinya, dan jangan melakukan hal-hal yang bisa merusak barang tersebut.

Dengan memiliki barang yang sedikit, kita juga tidak perlu menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan uang dalam menjalankan perawatan barang-barang kita. Dengan begitu, kita akan lebih hemat dan bisa menabung lebih banyak.

5. Membeli barang multifungsi

Multifungsi suatu barang sangat dihargai dalam konsep minimalis. Di mana semakin banyak fungsi suatu barang, maka ia akan mengurangi jumlah barang yang harus kita miliki. 

Sebagai contoh, dibanding kita harus membeli pisau, gunting, dan pembuka kaleng secara terpisah, belilah pisau serbaguna walaupun sedikit lebih mahal.

Walaupun mungkin kita harus mengeluarkan uang sedikit lebih banyak diawal, akan tetapi kenyataannya kita berhemat untuk jangka panjang. Karena dengan barang-barang multifungsi, selain praktis kita juga tidak akan membutuhkan ruang tambahan untuk menyimpan barang-barang tersebut.

Bagaimana? Sudah tertarik mencoba gaya hidup minimalis?

PT. ETHIS FINTEK INDONESIA

Rukan Puri Mansion blok B no. 7 Jalan Outer Ring West Kembangan, RT.2/RW.1, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

Dukungan Pelanggan: support@ethis.co.id

Waktu Pelayanan: 09.00 - 18.00 WIB

Ikuti kami di:

Telah Berizin & Diawasi Oleh

ETHIS Fintek Indonesia
ETHIS Fintek Indonesia

Bagian Dari:

ETHIS Fintek Indonesia
ETHIS Fintek Indonesia
ETHIS Fintek Indonesia

Tersertifikasi:

ETHIS Fintek Indonesia
ETHIS Fintek Indonesia

Dilindungi Oleh:

ETHIS Fintek Indonesia

Perhatian:

1. Layanan Pendanaan Syariah Berbasis Teknologi Informasi (P2P Financing) merupakan kesepakatan perdata antara pemberi pendanaan dengan penerima pendanaan, sehingga segala resiko akan ditanggung oleh masing-masing pihak.

2. Risiko gagal bayar akan ditanggung oleh pemberi pendanaan, diluar fraud atau mismanagement. Penerima pendanaan akan bertanggung jawab apabila terjadi fraud atau mismanagement sebagaimana ketentuan bagi resiko (Risk Sharing) secara syariah. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko pendanaan atau gagal bayar ini atau mengkompensasi pihak manapun atas kerugian, kerusakan, biaya atau konsekuensi yang timbul dari sehubungan dengan hal tersebut.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing pengguna (pemberi pendanaan dan/atau penerima pendanaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

4. Pemberi pendanaan yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman terhadap layanan pendanaan ini, disarankan agar tidak menggunakan layanan pendanaan ini.

5. Penerima pendanaan wajib mempertimbangkan tingkat bagi hasil / margin / ujroh serta biaya – biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pendanaan.

6. Setiap kecurangan yang terjadi akan tercatat secara elektronik di dunia maya dan dapat diketahui oleh masyarakat luas melalui media sosial.

7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi pemberi pendanaan atau penerima pendanaan.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh pengguna, baik pemberi modal maupun penerima modal (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara penyelenggara dengan pemberi modal dan/ atau penerima modal.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pemberian modal, pendanaan, pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Modal, Mitra Lapangan dan/atau Penerima Modal wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/ POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi.

ETHIS Fintek Indonesia
ETHIS Fintek Indonesia

Copyright

©

2024

ETHIS Fintek Indonesia

PT. ETHIS Fintek Indonesia

Logo Whatsapp