ETHIS Artikel
Ini Dia 6 Strategi Mengumpulkan Dana Untuk Pendidikan Anak
Diterbitkan pada 28 Jul 2022
Admin Relations
Sebagaimana yang kita pahami bersama, pendidikan sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan anak-anak generasi penerus bangsa bisa tumbuh menjadi orang hebat dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Kita sebagai orang tua tentu ingin anak-anak kita mendapat pendidikan yang terbaik, demi masa depan mereka. Masalahnya, biaya pendidikan saat ini sangat mahal dan akan naik terus dari tahun ke tahun.
Apalagi untuk kita yang tinggal di kota-kota besar dengan biaya hidup tinggi, tentu biaya pendidikan juga sangat tinggi. Menurut CNBC, di tahun 2020 saja rata-rata kebutuhan uang sekolah sampai lulus kuliah sudah mencapai Rp 187 juta. Ditambah lagi dengan nilai inflasi pendidikan yang sangat tinggi, sekitar 15%-20%. Tentu itu bukan jumlah yang sedikit.
Oleh karena itu, kita sebagai orang tua perlu menyiasati keuangan kita agar mampu membiayai pendidikan anak-anak kita sampai selesai. Lalu bagaimana strategi mengumpulkan biaya pendidikan anak? Mari kita bahas sama-sama yuk!
Sebelum mulai menyiapkan tabungan untuk pendidikan anak, kita harus paham dulu bagaimana kondisi keuangan keluarga kita saat ini.
Dengan memahami kondisi keuangan keluarga, kita akan lebih mudah memilih langkah-langkah yang tepat dalam mengumpulkan biaya pendidikan anak.
Kalau sudah memahami bagaimana kondisi keuangan keluarga kita, segeralah mulai menabung untuk biaya pendidikan anak. Meskipun misalnya kalian adalah pasutri muda yang belum dikaruniai buah hati, tidak ada salahnya mempersiapkan diri bukan?
Buatlah anggaran tertentu, dan usahakan harus konsisten menabung setiap bulannya.
Agar tabungan pendidikan bisa lebih maksimal, kita harus mengetahui berapa kira-kira biaya yang kita butuhkan untuk pendidikan anak-anak kita nantinya.
Lakukan riset sederhana melalui internet, ataupun bertanya pada teman maupun kerabat. Setelah itu, bandingkan juga dengan biaya di sekolah-sekolah yang lain. Intinya, carilah sekolah yang sekiranya dapat memberikan fasilitas pendidikan terbaik untuk anak-anak.
Jangan lupa juga lakukan riset mengenai kebutuhan anak-anak sekolah seperti biaya transportasi, seragam, buku, uang saku, dan lain sebagainya. Dan juga, dalam menghitung biaya pendidikan anak, jangan lupakan faktor inflasi ya!
Supaya dana pendidikan anak bisa segera terkumpul, pilihlah cara menabung yang terbaik untuk kondisi keuangan keluarga kita.
Kita bisa menabung dengan cara biasa, baik di tempat khusus atau membuka rekening baru untuk menabung. Ini adalah cara yang paling mudah, akan tetapi tabungan ini tidak bisa bertahan melawan inflasi.
Atau bisa juga menggunakan Tabungan/Simpanan Pendidikan dari pihak bank, dimana kamu akan diminta untuk setoran rutin setiap bulannya agar lebih disiplin dalam menabung. Saat ini, sudah ada beberapa bank syariah yang menyediakan fasilitas ini kok.
Tidak ada salahnya juga kalau kita mengambil produk asuransi pendidikan yang merupakan produk asuransi jiwa dikaitkan dengan tabungan pendidikan. Kelebihannya, asuransi ini akan memberikan proteksi finansial pada pendidikan anak hingga Perguruan Tinggi.
Mengingat adanya inflasi mata uang, ditambah dengan inflasi pendidikan yang cukup tinggi, tentu sekedar menabung tidaklah cukup. Lakukan investasi sesuai dengan kebutuhan kamu, agar target tabungan pendidikan anak bisa segera tercapai.
Pilihlah instrumen yang cocok dengan profil risiko kita, baik dengan emas, saham, reksa dana, maupun instrumen investasi lainnya. Kita juga bisa menggunakan P2P lending di ethis.co.id sebagai salah satu instumen investasi pilihan dalam mengumpulkan dana pendidikan untuk anak-anak kita. Mulai dari 1 Juta Rupiah anda bisa mendapatkan Imbal Hasil setara 16% - 24% p.a.
Ya, memilih sekolah yang tepat menjadi salah satu yang terpenting dalam menyiapkan dana pendidikan anak. Jangan terlalu pelit dan memilih sekolah asal murah. Jangan juga sampai termakan gengsi dan merasa kalau anak-anak harus sekolah di tempat yang mahal dan mewah.
Pilihlah sekolah yang memang kualitasnya bagus, perhatian pada murid-muridnya, dan sesuai dengan minat anak-anak kita. Petimbangkan juga mengenai akreditasi, jarak tempuh, dan faktor-faktor lainnya. Jika anak-anak sudah mulai besar, jangan lupa diskusi dengan mereka mengenai sekolah seperti apa yang ia inginkan.
Kesimpulannya, menyiapkan dana pendidikan bagi anak menjadi bagian dari tujuan keuangan ketika telah berkeluarga. Selalu ingat bahwa masa depan pendidikan anak anda kini ada di tangan anda.
Penulis: Ghifary
PT. ETHIS FINTEK INDONESIA
Rukan Puri Mansion blok B no. 7 Jalan Outer Ring West Kembangan, RT.2/RW.1, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
Dukungan Pelanggan: support@ethis.co.id
Waktu Pelayanan: 09.00 - 18.00 WIB
Perhatian:
1. Layanan Pendanaan Syariah Berbasis Teknologi Informasi (P2P Financing) merupakan kesepakatan perdata antara pemberi pendanaan dengan penerima pendanaan, sehingga segala resiko akan ditanggung oleh masing-masing pihak.
2. Risiko gagal bayar akan ditanggung oleh pemberi pendanaan, diluar fraud atau mismanagement. Penerima pendanaan akan bertanggung jawab apabila terjadi fraud atau mismanagement sebagaimana ketentuan bagi resiko (Risk Sharing) secara syariah. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko pendanaan atau gagal bayar ini atau mengkompensasi pihak manapun atas kerugian, kerusakan, biaya atau konsekuensi yang timbul dari sehubungan dengan hal tersebut.
3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing pengguna (pemberi pendanaan dan/atau penerima pendanaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
4. Pemberi pendanaan yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman terhadap layanan pendanaan ini, disarankan agar tidak menggunakan layanan pendanaan ini.
5. Penerima pendanaan wajib mempertimbangkan tingkat bagi hasil / margin / ujroh serta biaya – biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pendanaan.
6. Setiap kecurangan yang terjadi akan tercatat secara elektronik di dunia maya dan dapat diketahui oleh masyarakat luas melalui media sosial.
7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi pemberi pendanaan atau penerima pendanaan.
8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh pengguna, baik pemberi modal maupun penerima modal (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara penyelenggara dengan pemberi modal dan/ atau penerima modal.
9. Setiap transaksi dan kegiatan pemberian modal, pendanaan, pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pendanaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Modal, Mitra Lapangan dan/atau Penerima Modal wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/ POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi.